Posted files under ‘MENUJU UM’
PERJALANANKU MENUJU UM
PERJALANAN SAYA MENUJU UM
Sungguh tak terasa, saat ini saya adalah mahasiswa semester 5 progam studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR)Universitas Negeri Malang. Semua berjalan sangat cepat, padahal rasanya baru kemarin saya melepas baju putih abu-abu saya dan dinyatakan lulus dari SMA. Dalam hati kecil, saya masih belum percaya saya bisa diterima di Universitas Negeri Malang. Perjalanan saya hingga bisa kuliah di UM tak pernah saya duga sama sekali sebelumnya. Hidup ini penuh dengan kejutan.
Waktu duduk di bangku SMA kelas 3, saya masih belum punya bayangan sedikitpun untuk melanjutkan pendidikan saya hingga perguruan tinggi. Prinsipku biarkan semua berjalan sebagaimana mestinya bagai air mengalir. Oleh karena itu, saya menjalani hidup saya apa adanya, saya belum tahu apa tujuan hidup saya. Saya sadar sepenuhnya bahwa saya bukan termasuk golongan siswa yang pandai di sekolah saya, bahkan saya termasuk siswa yang nakal di sekolah. Saya sering dimarahi guru-guru karena ramai pada saat pelajaran dan tidak mengerjakan tugas rumah. Itulah saya saat masih duduk di bangku SMA, sehingga saya tak berani berharap banyak bisa melanjutkan pendidikan saya di jenjang yang lebih tinggi karena saya berfikir untuk bisa kuliah selain dibutuhkan materi juga dibutuhkan nilai akademik yang tinggi dan itu yang tidak kumiliki.
Manusia diciptakan dengan kelebihannya masing-masing, dan saya percaya itu. Karena itu terjadi pada diri saya sendiri. Walaupun saya tak unggul dalam bidang akademik, tapi saya punya kelebihan di bidang olahraga terutama di cabang olahraga basket. Saya menganggap bisa bermain basket adalah suatu kelebihan karena saya merasa tidak semua orang bisa bisa dengan mudah belajar bermain basket. Saya menganggap seperti demikian karena saya memerlukan usaha yang sangat keras untuk bisa bermain basket dengan baik, saya berusaha sangat keras dengan berlatih rutin semenjak saya masih SMP hingga saya duduk di bangku SMA.
Suatu hari, beberapa hari menjelang pengumuman UAN, orang tua saya mengutarakan keinginannya kepada saya bahwa mereka berharap setelah saya lulus SMA saya bisa melanjutkan pendidikan saya di perguruan tinggi dan mereka menginginkan melihat saya menjadi seorang sarjana. Saya ingin sekali memenuhi keinginan kedua orang tua saya, mungkin dengan memenuhi keinginan mereka saya bisa membuat mereka bahagia. Mulai detik itu itu, saya mempunyai tekad untuk melanjutkan pendidikan saya hingga perguruan tinggi, walaupun saya tidak tahu di perguruan tinggi mana saya akan kuliah dan jurusan apa yang akan saya ambil.
Keesokan harinya di sekolah, teman saya bercerita bahwa ada tes masuk UM jalur PMDK (Penulusan Minat dan Kemampuan) dan teman saya mengajak saya untuk ikut tes tersebut dan mengambil progam studi PJKR. Saya merasa jurusan itu sangat cocok dengan saya, tanpa berfikir panjang saya mengiyakan ajakan tersebut. Dalam benak saya tergambar senyum bahagia orang tua saya, dan saya ingin itu menjadi nyata. Setelah itu, saya dan teman saya berangkat menuju ruang BK untuk mengambil formulir pendaftaran. Banyak yang tidak percaya, saya memepunyai tekad untuk kuliah, bahkan ada yang menyangsikan saya akan diterima di UM. Tapi saya tidak peduli. Saya terus melangkah dengan pasti.
Tibalah saat tes di Universitas Negeri Malang, saya berangkat dari rumah dengan restu orang tua saya dan saya yakin doa orang tua saya akan sangat membantu. Sesampainya di Malang, berbagai tes saya jalani baik fisik maupun tes tulis, dan saya telah berusaha maksimal. Apapun hasilnya setidaknya saya telah berusaha.
Setelah beberapa hari, tibalah saat pengumuman, saya tidak berharap banyak untuk diterima walaupun saya tidak diterima saya tidak akan kecewa, saya yakin setiap manusia punya jalan masing-masing yang telah diatur. Dengan berdoa dalam hati, saya memberanikan diri saya untuk melihat pengumumannya. Saya lihat satu demi satu daftar nama peserta tes masuk jalur PMDK yang diterima, tertulis LUKMAN KURNIAWAN dan itulah nama saya. Saya sangat terkejut, saya tidak percaya, saya kemudian mencocokkan nomor peserta dan keterangan yang lainnya dan ternyata benar, itu adalah saya. Syukur segera saya ucapkan kepada ALLAH SWT, dan segera ku kirim kabar kepada orang tua saya bahwa saya diterima. Orang tua saya pun turut bahagia dan bangga.
Setelah dinyatakan diterima di UM, saya masih harus berdebar-debar menunggu pengumuman hasil UAN. Saya hanya bisa pasrah dan terus berdoa pada saat hari pengumuman, saya tidak bisa kuliah kalau saya tidak lulus sekolah. Jadi usaha saya akan menjadi sia-sia jika sanya dinyatakan tidak lulus UAN. Akhirnya doa saya terjawab, saya dinyatakan lulus UAN. Alhamdulillah….. itulah kata yang keluar dari mulut saya. Satu babak dalam hidup saya telah saya jalani,akan tetapiĀ saya akan memasuki babak yang baru dan lebih menantang yaitu babak baru di perguruan tinggi.
Inilah kisah saya hingga saya bisa berkulian di Universitas Negeri Malang..
Tambah komentar November 5, 2009